Kurator Berita YPWIK 31 Agustus 2026 06:19 WITA online: 0
Tentang Hubungi Kami Download Aplikasi dan Bagikan Resume Berita
BNNews Berita Nusantara
Semua Wahdah Agama Pendidikan Tekno Olahraga Ekonomi Kesehatan Nasional Berita Daerah Gaya Hidup Luar Negeri
Kategori
Agama 814 Pendidikan 418 Tekno 620 Olahraga 1410 Ekonomi 3038 Kesehatan 434 Nasional 4729 Berita Daerah 632 Gaya Hidup 69 Luar Negeri 728 Mode Ringan / Cepat Resume
Ringan
Desa-desa di Lembah Nepal-Tibet Rata Tersapu Air Bah Banjir Bandang
BN
Desa-desa di Lembah Nepal-Tibet Rata Tersapu Air Bah Banjir Bandang

Desa-desa di Lembah Nepal-Tibet Rata Tersapu Air Bah Banjir Bandang

27 Agustus 2026 09:35 CNN Indonesia - Internasional Luar Negeri

Desa-desa di lembah Nepal dan Tibet, wilayah otonom di China, rata disapu arus deras air bah banjir bandang yang turun dengan volume besar dan sangat cepat dari Pegunungan Himalaya. Sebanyak 160 lebih orang tewas dan hampir 400 or...

Desa-desa di lembah Nepal dan Tibet, wilayah otonom di China, rata disapu arus deras air bah banjir bandang yang turun dengan volume besar dan sangat cepat dari Pegunungan Himalaya.

Sebanyak 160 lebih orang tewas dan hampir 400 orang hilang akibat banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di perbatasan Nepal dan Tibet.

Kepolisian Nepal menyatakan bahwa pihak berwenang telah mengevakuasi 157 jenazah. Petugas sedang "berupaya memindahkan keluarga-keluarga di daerah rawan banjir ke lokasi yang lebih aman," ujar pihak kepolisian.

Kepolisian Nepal melaporkan jenazah ditemukan di sejumlah daerah, mulai dari Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Chitwan, Gorkha, Tanahun, dan Nawalparasi East.

Perdana Menteri Nepal,

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Iran Bombardir Infrastruktur Intelijen AS di Timur Tengah Pakai Drone dan Rudal
BN
Iran Bombardir Infrastruktur Intelijen AS di Timur Tengah Pakai Drone dan Rudal

Iran Bombardir Infrastruktur Intelijen AS di Timur Tengah Pakai Drone dan Rudal

27 Agustus 2026 09:34 Tribunnews - Terkurasi Luar Negeri

TRIBUNNEWS.COM - Serangan rudal dan drone Iran dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan serta perangkat pengumpulan intelijen Amerika Serikat di berbagai wilayah Timur Tengah. NBC News pada Selasa melaporkan informa...

TRIBUNNEWS.COM - Serangan rudal dan drone Iran dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan serta perangkat pengumpulan intelijen Amerika Serikat di berbagai wilayah Timur Tengah.

NBC News pada Selasa melaporkan informasi tersebut dengan mengutip empat sumber yang mengetahui persoalan tersebut.

Menurut laporan itu, fasilitas dan peralatan yang terdampak digunakan oleh Badan Intelijen Pusat AS (CIA) serta badan-badan intelijen AS lainnya.

Kerusakan yang terjadi disebut membutuhkan biaya perbaikan dan penggantian yang mencapai miliaran dolar AS.

Para sumber juga menyebut skala kerusakan tersebut lebih besar dibandingkan kerusakan yang pernah dialami badan-badan intelijen AS sebelumnya.

Situasi di Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat dan

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
China kerahkan tim penyelamat tangani banjir bandang, longsor di Tibet
BN
China kerahkan tim penyelamat tangani banjir bandang, longsor di Tibet

China kerahkan tim penyelamat tangani banjir bandang, longsor di Tibet

27 Agustus 2026 09:18 Antara - Terkini Luar Negeri

Beijing (ANTARA) - Presiden China Xi Jinping mengerahkan pejabat dan tim penyelamat ke Kabupaten Gyirong, Kota Shigatse, Tibet, untuk menangani banjir bandang dan longsor lumpur yang menewaskan tiga orang dan menyebabkan 265 orang...

Beijing (ANTARA) - Presiden China Xi Jinping mengerahkan pejabat dan tim penyelamat ke Kabupaten Gyirong, Kota Shigatse, Tibet, untuk menangani banjir bandang dan longsor lumpur yang menewaskan tiga orang dan menyebabkan 265 orang hilang.

Xi mengutus Wakil Perdana Menteri Zhang Guoqing untuk memimpin instansi terkait menuju lokasi bencana banjir bandang dan lumpur di Kabupaten Gyirong, Kota Shigatse, Tibet.

"Berdasarkan instruksi penting Presiden Xi Jinping dan arahan Perdana Menteri Li Qiang, Wakil Perdana Menteri Zhang Guoqing memimpin pejabat dari instansi terkait menuju lokasi bencana untuk memberikan arahan terhadap operasi penyelamatan dan penanganan," demikian disebutkan dalam pemberitaan media pemerintah China yang diakses

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Penjelasan Ilmuwan soal Penyebab Banjir Bandang Nepal
BN
Penjelasan Ilmuwan soal Penyebab Banjir Bandang Nepal

Penjelasan Ilmuwan soal Penyebab Banjir Bandang Nepal

27 Agustus 2026 09:14 Liputan6 - Global Luar Negeri

Liputan6.com, Kathmandu - Banjir bandang Nepal pada Rabu (26/8/2026) diduga sebagian dipicu oleh bongkahan es raksasa yang patah dari gletser di Pegunungan Himalaya, lalu jatuh ribuan kaki ke lembah di bawahnya. Kesimpulan awal it...

Liputan6.com, Kathmandu - Banjir bandang Nepal pada Rabu (26/8/2026) diduga sebagian dipicu oleh bongkahan es raksasa yang patah dari gletser di Pegunungan Himalaya, lalu jatuh ribuan kaki ke lembah di bawahnya.

Kesimpulan awal itu disampaikan sekelompok ahli geologi dan gletser yang menganalisis kejadian tersebut. Peristiwa ketika massa es dalam jumlah besar terlepas dari gletser dan meluncur ke bawah dikenal sebagai longsoran es.

Daniel Shugar, ahli geologi dari University of Calgary, Kanada, mengatakan citra satelit menunjukkan bagian gletser di kawasan itu patah dan jatuh lebih dari satu kilometer secara vertikal hingga ke dasar lembah.

"Bagian bawahnya terlihat seperti baru saja terjadi

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Penyebab Banjir Bandang Nepal yang Tewaskan Ratusan Orang
BN
Penyebab Banjir Bandang Nepal yang Tewaskan Ratusan Orang

Penyebab Banjir Bandang Nepal yang Tewaskan Ratusan Orang

27 Agustus 2026 09:05 CNN Indonesia - Internasional Luar Negeri

Banjir bandang yang melanda wilayah Nepal sejak Rabu (26/8) menewaskan lebih dari 150 orang dan 384 lainnya masih hilang. Penyebab banjir tersebut dapat ditelusuri hingga ke Pegunungan Himalaya. Para ahli geofisika mengungkapkan "...

Banjir bandang yang melanda wilayah Nepal sejak Rabu (26/8) menewaskan lebih dari 150 orang dan 384 lainnya masih hilang.

Penyebab banjir tersebut dapat ditelusuri hingga ke Pegunungan Himalaya. Para ahli geofisika mengungkapkan "peristwa geofisika masif" terjadi di pegunungan itu hingga ke bawah dan menyebabkan banjir besar.

Pakar geofisika dari Earth Observatory di Universitas Columbia Goran Ekstrom mengatakan kepada ABC News bahwa sebuah tanah longsor di celah pegunungan terjadi pada siang hari dan meluruhkan gletser besar, atau sebagian dari gletser, di Himalaya.

Peristiwa tersebut begitu dahsyat hingga tercatat sebagai gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 pada seismograf di seluruh dunia.

Peristiwa semacam

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Detik-detik Mengerikan Banjir Bandang Nepal, Bak Tsunami di Lembah
BN
Detik-detik Mengerikan Banjir Bandang Nepal, Bak Tsunami di Lembah

Detik-detik Mengerikan Banjir Bandang Nepal, Bak Tsunami di Lembah

27 Agustus 2026 08:35 CNN Indonesia - Internasional Luar Negeri

Rekaman memperlihatkan detik-detik banjir bandang yang menerjang perbatasan China dan Nepal pada Rabu (26/8).

Rekaman memperlihatkan detik-detik banjir bandang yang menerjang perbatasan China dan Nepal pada Rabu (26/8).

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Banjir Bandang Nepal: Korban Tewas Jadi 160 Orang, China dan India Kirim Bantuan
BN
Banjir Bandang Nepal: Korban Tewas Jadi 160 Orang, China dan India Kirim Bantuan

Banjir Bandang Nepal: Korban Tewas Jadi 160 Orang, China dan India Kirim Bantuan

27 Agustus 2026 08:20 Liputan6 - Global Luar Negeri

Liputan6.com, Kathmandu - Banjir bandang dahsyat yang menerjang wilayah perbatasan Nepal-Tibet, China, pada Rabu (26/8/2026) menewaskan sedikitnya 160 orang. Ratusan lainnya masih hilang di kedua negara, termasuk warga setempat, w...

Liputan6.com, Kathmandu - Banjir bandang dahsyat yang menerjang wilayah perbatasan Nepal-Tibet, China, pada Rabu (26/8/2026) menewaskan sedikitnya 160 orang. Ratusan lainnya masih hilang di kedua negara, termasuk warga setempat, wisatawan asing, pekerja, dan anggota kepolisian.

Kepolisian Nepal seperti dilaporkan Associated Press mencatat sedikitnya 157 korban tewas. Di sisi China, stasiun televisi pemerintah CCTV dilaporkan sedikitnya tiga orang tewas dan 265 lainnya hilang di Gyirong, Tibet, dekat perbatasan Nepal.

Di Nepal, sebanyak 403 orang belum diketahui keberadaannya. Pejabat setempat menyebut 341 di antaranya merupakan warga negara asing.

Juru bicara dewan pariwisata Nepal, Sunil Sharma, mengatakan 133 warga India termasuk dalam daftar

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Korban Tewas Banjir Bandang Nepal Jadi 150 Orang, 384 Masih Hilang
BN
Korban Tewas Banjir Bandang Nepal Jadi 150 Orang, 384 Masih Hilang

Korban Tewas Banjir Bandang Nepal Jadi 150 Orang, 384 Masih Hilang

27 Agustus 2026 08:05 CNN Indonesia - Internasional Luar Negeri

Korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di kawasan perbatasan pegunungan antara Nepal dan Tibet, China, bertambah jadi 150 orang lebih. Kepolisian Nepal melaporkan jenazah ditemukan di sejumlah daerah, mulai dari Rasu...

Korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di kawasan perbatasan pegunungan antara Nepal dan Tibet, China, bertambah jadi 150 orang lebih.

Kepolisian Nepal melaporkan jenazah ditemukan di sejumlah daerah, mulai dari Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Chitwan, Gorkha, Tanahun, dan Nawalparasi East.

Sebanyak 384 orang sementara itu masih belum ditemukan. Rinciannya yakni 291 warga negara asing (WNA) dan 93 warga Nepal, dikutip dari The Guardian.

Nepal diterjang banjir bandang dan tanah longsor pada Rabu (26/8).

Laporan awal menyebutkan musibah ini dipicu gempa bumi yang mengakibatkan longsoran es dan batuan di Sungai Lhende Khola, sungai yang melintasi wilayah Nepal dan Tibet.

Namun,

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
USS Abraham Lincoln Hengkang, Iran Sebut AS Gagal Unjuk Kekuatan
BN
USS Abraham Lincoln Hengkang, Iran Sebut AS Gagal Unjuk Kekuatan

USS Abraham Lincoln Hengkang, Iran Sebut AS Gagal Unjuk Kekuatan

27 Agustus 2026 07:52 DetikNews - Internasional Luar Negeri

Kapal induk AS USS Abraham Lincoln hengkang dari Timur Tengah (Timteng) usai mental awak kapal disebut memprihatinkan. Iran menyebut awak kapal yang kelelahan menandakan AS gagal dalam upaya unjuk kekuatan. "Amerika Serikat mengir...

Kapal induk AS USS Abraham Lincoln hengkang dari Timur Tengah (Timteng) usai mental awak kapal disebut memprihatinkan. Iran menyebut awak kapal yang kelelahan menandakan AS gagal dalam upaya unjuk kekuatan.

"Amerika Serikat mengirimkan USS Abraham Lincoln ke kawasan tersebut untuk unjuk kekuatan," kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, dilansir Aljazeera, Kamis (27/6/2026).

Dia kemudian menyebut kapal induk AS itu gagal menjalankan misinya. USS Abraham Lincoln kini berlayar menuju perairan Thailand.

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Dalang Serangan Teror 9/11 Baru Diadili setelah 22 Tahun Ditahan
BN
Dalang Serangan Teror 9/11 Baru Diadili setelah 22 Tahun Ditahan

Dalang Serangan Teror 9/11 Baru Diadili setelah 22 Tahun Ditahan

27 Agustus 2026 07:43 BeritaSatu - Internasional Luar Negeri

Jakarta, Beritasatu.com - Hakim militer Amerika Serikat resmi menetapkan jadwal persidangan bagi terdakwa utama dan otak di balik aksi terorisme 11 September 2001 (9/11), Khalid Sheikh Mohamad. Proses peradilan terhadap tersangka...

Jakarta, Beritasatu.com - Hakim militer Amerika Serikat resmi menetapkan jadwal persidangan bagi terdakwa utama dan otak di balik aksi terorisme 11 September 2001 (9/11), Khalid Sheikh Mohamad. Proses peradilan terhadap tersangka kunci ini dipastikan baru akan dimulai pada bulan Juni 2028 mendatang.

Khalid Sheikh Mohammed tidak akan menjalani persidangan seorang diri di meja hijau. Sosok yang dituduh sebagai Perencana Utama serangan maut tersebut akan diadili bersama tiga tersangka konspirasi lainnya, yaitu Walid bin Attash, Ali Abdul Aziz Ali, dan Mustafa Ahmed al-Hawsawi.

“Dalam berkas dakwaan, Khalid Sheikh Mohammed dituduh mendalangi plot besar pembajakan pesawat komersial yang dihantamkan ke Menara Kembar

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Pernah Sebut Tewas, Trump Yakin Mojtaba Khamenei Masih Hidup
BN
Pernah Sebut Tewas, Trump Yakin Mojtaba Khamenei Masih Hidup

Pernah Sebut Tewas, Trump Yakin Mojtaba Khamenei Masih Hidup

27 Agustus 2026 07:35 CNN Indonesia - Internasional Luar Negeri

Presiden Amerika Serikat Donald Trump yakin Ayatollah Mojtaba Khamanei masih hidup setelah beberapa kali meyakini bahwa Pemimpin Tertinggi Iran itu telah tewas. Trump menyatakan bahwa Mojtaba kemungkinan besar selamat dari seranga...

Presiden Amerika Serikat Donald Trump yakin Ayatollah Mojtaba Khamanei masih hidup setelah beberapa kali meyakini bahwa Pemimpin Tertinggi Iran itu telah tewas.

Trump menyatakan bahwa Mojtaba kemungkinan besar selamat dari serangan udara AS dan Israel yang menewaskan ayah Mojtaba, Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari.

"Menurut saya dia tidak tewas. Dia terluka sangat parah. Sisi kiri tubuhnya, lengan, kaki, semuanya. Dia terluka sangat parah. Namun, menurut saya dia tidak tewas," ujar Trump dalam sebuah wawancara dengan penyiar radio konservatif, Glenn Beck.

Mojtaba Khamanei resmi dipilih menggantikan sang ayah memimpin Iran di tengah serangan AS dan Israel. Meski demikian, ketidakhadirannya di

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Antrean Warga Iran di Pom Bensin Imbas Sanksi Baru dari AS
BN
Antrean Warga Iran di Pom Bensin Imbas Sanksi Baru dari AS

Antrean Warga Iran di Pom Bensin Imbas Sanksi Baru dari AS

27 Agustus 2026 07:10 DetikNews - Internasional Luar Negeri

Amerika Serikat mengumumkan rentetan sanksi baru untuk menekan Iran. Imbasnya, warga Iran yang ingin membeli bensin harus mengatre panjang. Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengancam akan menempatkan Iran di baw...

Amerika Serikat mengumumkan rentetan sanksi baru untuk menekan Iran. Imbasnya, warga Iran yang ingin membeli bensin harus mengatre panjang.

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengancam akan menempatkan Iran di bawah isolasi ekonomi "yang belum pernah disaksikan dunia sebelumnya". Bessent mengatakan bahwa langkah-langkah baru Washington terhadap Teheran akan diumumkan lebih lanjut pekan depan.

"Ini akan berupa kombinasi isolasi ekonomi, yang belum pernah disaksikan dunia sebelumnya," kata Bessent saat berbicara kepada jaringan televisi konservatif AS, Newsmax, seperti dilansir AFP, Jumat (14/8/2026).

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Prev 1 ... 44 45 46 47 48 ... 61 Next

Berita Nusantara adalah kurator berita berbasis RSS. Semua berita mencantumkan sumber asli dan tidak diklaim sebagai liputan langsung.

Pengunjung hari ini: 17

YPWIK@2026