Kurator Berita YPWIK 1 September 2026 11:11 WITA online: 0
Tentang Hubungi Kami Download Aplikasi dan Bagikan Resume Berita
BNNews Berita Nusantara
Semua Wahdah Agama Pendidikan Tekno Olahraga Ekonomi Kesehatan Nasional Berita Daerah Gaya Hidup Luar Negeri
Kategori
Agama 834 Pendidikan 419 Tekno 571 Olahraga 1452 Ekonomi 2997 Kesehatan 424 Nasional 4528 Berita Daerah 668 Gaya Hidup 63 Luar Negeri 739 Mode Ringan / Cepat Resume
Ringan
Update Banjir Bandang Nepal: 586 OrangTewas dan 2.478 Hilang
BN
Update Banjir Bandang Nepal: 586 OrangTewas dan 2.478 Hilang

Update Banjir Bandang Nepal: 586 OrangTewas dan 2.478 Hilang

29 Agustus 2026 07:53 CNN Indonesia - Internasional Luar Negeri

Korban banjir bandang dan tanah longsor di perbatasan Nepal dan Tibet terus bertambah. Per Sabtu (29/8) pagi, sebanyak 586 orang dilaporkan tewas dan 2.478 orang masih hilang. Melansir AFP, Badan Penanggulangan Bencana Nepal melap...

Korban banjir bandang dan tanah longsor di perbatasan Nepal dan Tibet terus bertambah. Per Sabtu (29/8) pagi, sebanyak 586 orang dilaporkan tewas dan 2.478 orang masih hilang.

Melansir AFP, Badan Penanggulangan Bencana Nepal melaporkan setidaknya 579 orang dilaporkan tewas. Sementara China melaporkan sebanyak 7 orang tewas di Tibet.

Jumlah orang yang hilang mengalami lonjakan drastis dari laporan sebelumnya pada Jumat (28/8) sebanyak 1.400 korban. Sebanyak 1.924 orang hilang di perbatasan Nepal dan 554 orang hilang di Tibet.

Hingga saat ini, tim SAR Tibet telah mencapai daerah perbatasan utama yang hancur akibat tanah longsor.

Nepal sendiri telah mengingatkan akan adanya risiko

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Iran Ingin Pererat Hubungan dengan Negara Muslim dan Tetangga
BN
Iran Ingin Pererat Hubungan dengan Negara Muslim dan Tetangga

Iran Ingin Pererat Hubungan dengan Negara Muslim dan Tetangga

29 Agustus 2026 07:46 BeritaSatu - Internasional Luar Negeri

Teheran, Beritasatu.com - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Teheran terus berupaya memperkuat hubungan politik dan ekonomi dengan negara-negara Muslim, terutama negara-negara tetangga.  Hal tersebut disampaikan Ar...

Teheran, Beritasatu.com - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Teheran terus berupaya memperkuat hubungan politik dan ekonomi dengan negara-negara Muslim, terutama negara-negara tetangga. 

Hal tersebut disampaikan Araghchi saat menghadiri Konferensi Persatuan Islam Internasional ke-40, Jumat (28/8/2026) di Teheran. Pernyataan tersebut juga disampaikan di tengah konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara lain di kawasan Timur Tengah yang masih memanas. 

“Kami menginginkan hubungan baik dengan semua negara Islam, terutama negara-negara tetangga,” kata Araghchi melalui akun Telegram resminya. 

Araghchi mengatakan Iran juga ingin memperluas kerja sama ekonomi dengan negara-negara Muslim. Ia menilai, Iran saat ini telah memiliki hubungan yang

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Warga Iran Mulai Protes Gegara Khamenei Belum Juga Muncul ke Publik
BN
Warga Iran Mulai Protes Gegara Khamenei Belum Juga Muncul ke Publik

Warga Iran Mulai Protes Gegara Khamenei Belum Juga Muncul ke Publik

29 Agustus 2026 07:30 CNN Indonesia - Internasional Luar Negeri

Sosok Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei makin memicu pertanyaan lantaran belum juga muncul ke publik. Padahal, ia telah enam bulan memimpin menggantikan sang ayah, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat-Isr...

Sosok Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei makin memicu pertanyaan lantaran belum juga muncul ke publik. Padahal, ia telah enam bulan memimpin menggantikan sang ayah, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat-Israel pada Februari lalu.

Mojtaba khamenei masih sama sekali tidak terlihat maupun terdengar oleh rakyat Iran hingga menciptakan kekosongan di pusat kepemimpinan negaranya.

Pertanyaan mengenai kondisi dan perannya di pemerintahan pun semakin pelik. Bahkan di kalangan pendukung garis keras Republik Islam Iran, keraguan terhadap kepemimpinan Khamenei mulai muncul.

"Kami perlu mendengar suara pemimpin kami, atau melihat tanda apa pun bahwa ia masih berada di pucuk pimpinan dan memimpin negara,

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Warga Iran Mulai Protes Gegara Khamenei Belum Juga Muncul ke Publik
BN
Warga Iran Mulai Protes Gegara Khamenei Belum Juga Muncul ke Publik

Warga Iran Mulai Protes Gegara Khamenei Belum Juga Muncul ke Publik

29 Agustus 2026 07:30 CNN Indonesia - Internasional Luar Negeri

Sosok Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei makin memicu pertanyaan lantaran belum juga muncul ke publik. Padahal, ia telah enam bulan memimpin menggantikan sang ayah, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat-Isr...

Sosok Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei makin memicu pertanyaan lantaran belum juga muncul ke publik. Padahal, ia telah enam bulan memimpin menggantikan sang ayah, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat-Israel pada Februari lalu.

Mojtaba khamenei masih sama sekali tidak terlihat maupun terdengar oleh rakyat Iran hingga menciptakan kekosongan di pusat kepemimpinan negaranya.

Pertanyaan mengenai kondisi dan perannya di pemerintahan pun semakin pelik. Bahkan di kalangan pendukung garis keras Republik Islam Iran, keraguan terhadap kepemimpinan Khamenei mulai muncul.

"Kami perlu mendengar suara pemimpin kami, atau melihat tanda apa pun bahwa ia masih berada di pucuk pimpinan dan memimpin negara,

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Palang Merah: Trauma Banjir Nepal Sangat Berat, 93.000 Orang Terdampak
BN
Palang Merah: Trauma Banjir Nepal Sangat Berat, 93.000 Orang Terdampak

Palang Merah: Trauma Banjir Nepal Sangat Berat, 93.000 Orang Terdampak

29 Agustus 2026 07:23 DetikNews - Internasional Luar Negeri

Palang Merah mengatakan bencana banjir Nepal-Tibet telah meninggalkan tingkat trauma yang sangat besar. Palang Merah memperkirakan bahwa 93.000 orang mungkin terkena dampaknya. Dilansir AFP, Sabtu (29/8/2026), Federasi Internasion...

Palang Merah mengatakan bencana banjir Nepal-Tibet telah meninggalkan tingkat trauma yang sangat besar. Palang Merah memperkirakan bahwa 93.000 orang mungkin terkena dampaknya.

Dilansir AFP, Sabtu (29/8/2026), Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), yang merupakan jaringan kemanusiaan terbesar di dunia, khawatir jumlah korban tewas akibat bencana itu, yang sudah melebihi 500 orang, akan terus meningkat.

"Karena jalan-jalan dan jembatan-jembatan tersapu banjir dan jaringan listrik serta pemadaman listrik, kami belum dapat mengakses beberapa daerah yang terkena dampak paling parah," kata ketua delegasi IFRC untuk Nepal, David Fisher.

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Ben Moss resmi jadi Asisten Trump dan Sekretaris Staf Gedung Putih
BN
Ben Moss resmi jadi Asisten Trump dan Sekretaris Staf Gedung Putih

Ben Moss resmi jadi Asisten Trump dan Sekretaris Staf Gedung Putih

29 Agustus 2026 07:06 Antara - Terkini Luar Negeri

Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (27/8) mengumumkan bahwa Ben Moss akan menjabat sebagai asisten presiden sekaligus sekretaris staf Gedung Putih mulai 2 September 2026. "Saya dengan senan...

Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (27/8) mengumumkan bahwa Ben Moss akan menjabat sebagai asisten presiden sekaligus sekretaris staf Gedung Putih mulai 2 September 2026.

"Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa, mulai 2 September, Ben Moss akan menjadi Asisten Presiden dan Sekretaris Staf Gedung Putih, menggantikan Penasihat Gedung Putih kita yang baru, Will Scharf," tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.

Moss menjabat sebagai wakil sekretaris staf sebelum menjadi direktur kebijakan untuk Wakil Presiden AS JD Vance, kata Trump, seraya menambahkan bahwa Moss mengawali kariernya di pemerintahan sebagai penasihat umum bagi Vance saat di

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Sekali Lagi Perkara Trump Ganti Nama Daerah Bikin Marah Negara Lain
BN
Sekali Lagi Perkara Trump Ganti Nama Daerah Bikin Marah Negara Lain

Sekali Lagi Perkara Trump Ganti Nama Daerah Bikin Marah Negara Lain

29 Agustus 2026 07:03 DetikNews - Internasional Luar Negeri

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump lagi-lagi bikin negara tetangga marah gegara sepihak mengganti nama suatu wilayah. Kini, giliran Kanada yang marah karena Trump mengganti nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika. Danau O...

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump lagi-lagi bikin negara tetangga marah gegara sepihak mengganti nama suatu wilayah. Kini, giliran Kanada yang marah karena Trump mengganti nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika.

Danau Ontario terletak di perbatasan AS dan Kanada, Trump memerintahkan agar nama danau itu diubah namanya menjadi Danau Amerika. Perintah Trump itu disampaikan saat dia memicu eskalasi dalam perang dagang dengan Kanada.

Perintah Trump mengubah nama danau ini mengingatkan pada tindakan sepihak Presiden AS itu dalam mengubah nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika pada Januari 2025 lalu. Langkah tersebut juga menuai penolakan keras dari pemerintah Meksiko.

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
29 Agustus 1911: Akhir Pencarian Ishi, Anggota Terakhir Suku Yahi
BN
29 Agustus 1911: Akhir Pencarian Ishi, Anggota Terakhir Suku Yahi

29 Agustus 1911: Akhir Pencarian Ishi, Anggota Terakhir Suku Yahi

29 Agustus 2026 07:00 Liputan6 - Global Luar Negeri

Liputan6.com, Washington D.C - Ishi, pria yang diyakini sebagai anggota terakhir suku Yahi, suku asli Amerika, ditemukan dalam kondisi kelaparan dan tersesat di Oroville, California, pada 29 Agustus 1911. Dikutip dari History.com,...

Liputan6.com, Washington D.C - Ishi, pria yang diyakini sebagai anggota terakhir suku Yahi, suku asli Amerika, ditemukan dalam kondisi kelaparan dan tersesat di Oroville, California, pada 29 Agustus 1911.

Dikutip dari History.com, Sabtu (29/8/2026), Ishi ditemukan oleh dua tukang daging yang mendengar gonggongan anjing dari area kandang rumah jagal mereka. Ketika memeriksa sumber suara tersebut, keduanya mendapati Ishi berada di lokasi.

Pada awal abad ke-20, sebagian besar penduduk asli Amerika telah berasimilasi dengan masyarakat keturunan Eropa-Amerika. Namun, Ishi tampaknya menjadi pengecualian.

Saat ditemukan, ia tidak mengenal kebiasaan masyarakat kulit putih Amerika dan tidak dapat berbicara bahasa Inggris. Pihak berwenang kemudian

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
NYT sebut Pentagon bersiap tarik sekitar 200 tentara dari Nigeria
BN
NYT sebut Pentagon bersiap tarik sekitar 200 tentara dari Nigeria

NYT sebut Pentagon bersiap tarik sekitar 200 tentara dari Nigeria

29 Agustus 2026 06:50 Antara - Terkini Luar Negeri

Washington (ANTARA) - Pentagon bersiap menarik sekitar 200 tentara Amerika Serikat (AS) dari Nigeria mulai akhir September mendatang, demikian dilaporkan The New York Times (NYT) pada Kamis (27/8). Beberapa tim kecil yang terdiri...

Washington (ANTARA) - Pentagon bersiap menarik sekitar 200 tentara Amerika Serikat (AS) dari Nigeria mulai akhir September mendatang, demikian dilaporkan The New York Times (NYT) pada Kamis (27/8).

Beberapa tim kecil yang terdiri dari tenaga pelatih dan analis intelijen AS diperkirakan akan tetap tinggal setelah kontingen yang lebih besar pergi, menurut laporan NYT tersebut, mengutip sejumlah pejabat militer AS.

Pasukan AS dikirim ke Nigeria timur laut pada Februari lalu, beberapa pekan setelah Presiden AS Donald Trump mengkritik negara tersebut karena gagal melindungi umat Kristen dari serangan teroris, meskipun baik umat Kristen maupun Muslim sama-sama menjadi korban kekerasan, tambah laporan tersebut.

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Nepal Tolak Tawaran Bantuan Tim SAR Asing untuk Cari Korban Banjir
BN
Nepal Tolak Tawaran Bantuan Tim SAR Asing untuk Cari Korban Banjir

Nepal Tolak Tawaran Bantuan Tim SAR Asing untuk Cari Korban Banjir

29 Agustus 2026 06:38 BeritaSatu - Internasional Luar Negeri

Kathmandu, Beritasatu.com – Pemerintah Nepal menolak tawaran dari sejumlah negara untuk mengirimkan tim search and rescue (SAR) ke wilayah tersebut terkait penanganan pascabanjir bandang. Keputusan itu diambil meski sekitar 517 wa...

Kathmandu, Beritasatu.com – Pemerintah Nepal menolak tawaran dari sejumlah negara untuk mengirimkan tim search and rescue (SAR) ke wilayah tersebut terkait penanganan pascabanjir bandang. Keputusan itu diambil meski sekitar 517 warga negara asing masih dilaporkan hilang setelah banjir dahsyat menghantam perbatasan Nepal-Tibet pada Rabu (26/8/2026). 

Seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Nepal mengatakan, Nepal sebenarnya telah menerima banyak permintaan resmi maupun tidak resmi dari berbagai negara dan organisasi yang ingin mengirimkan tim SAR mereka sendiri. 

Namun, Pemerintah Nepal menegaskan badan keamanan Nepal masih mampu menangani operasi pencarian dan penyelamatan para korban banjir tersebut. 

Mengutip The Strait Times, Sabtu (29/8/2026), pejabat

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Trump soal Banjir Bandang Nepal: AS Siap Kirim Segala Bantuan
BN
Trump soal Banjir Bandang Nepal: AS Siap Kirim Segala Bantuan

Trump soal Banjir Bandang Nepal: AS Siap Kirim Segala Bantuan

29 Agustus 2026 06:30 CNN Indonesia - Internasional Luar Negeri

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan AS telah menawarkan bantuan kepada Nepal setelah banjir bandang dahsyat melanda wilayah Himalaya, Kamis (27/8).

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan AS telah menawarkan bantuan kepada Nepal setelah banjir bandang dahsyat melanda wilayah Himalaya, Kamis (27/8).

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Seruan Reformasi Birokrasi Muncul di Tengah Krisis Politik Pakistan
BN
Seruan Reformasi Birokrasi Muncul di Tengah Krisis Politik Pakistan

Seruan Reformasi Birokrasi Muncul di Tengah Krisis Politik Pakistan

29 Agustus 2026 05:55 CNN Indonesia - Internasional Luar Negeri

Pakistan dinilai tengah berada di tengah krisis sosio-ekonomi dan politik-kelembagaan, ditandai dengan masih dipenjaranya eks perdana menteri Imran Khan serta keraguan mayoritas partai politik terhadap hasil pemilu terakhir. Dalam...

Pakistan dinilai tengah berada di tengah krisis sosio-ekonomi dan politik-kelembagaan, ditandai dengan masih dipenjaranya eks perdana menteri Imran Khan serta keraguan mayoritas partai politik terhadap hasil pemilu terakhir.

Dalam kondisi seperti ini, muncul seruan untuk melakukan rekonstruksi nasional secara menyeluruh.

Meski Pakistan dikaruniai sumber daya manusia yang kompeten, kekayaan alam, populasi muda, wilayah luas, serta potensi ekonomi maritim (blue economy), Pakistan dinilai membutuhkan sebuah "kontrak sosial baru" yang mencakup reformasi sosio-ekonomi dan politik-kelembagaan demi meraih kemajuan.

"Melalui kontrak sosial baru, semua tahanan politik harus dibebaskan dan Pemerintah Persatuan Nasional baru dibentuk tanpa adanya dana pembangunan diskresioner," ujar akademisi Pakistan, Naseeb

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Prev 1 ... 36 37 38 39 40 ... 62 Next

Berita Nusantara adalah kurator berita berbasis RSS. Semua berita mencantumkan sumber asli dan tidak diklaim sebagai liputan langsung.

Pengunjung hari ini: 15

YPWIK@2026