Kurator Berita YPWIK 1 September 2026 11:11 WITA online: 0
Tentang Hubungi Kami Download Aplikasi dan Bagikan Resume Berita
BNNews Berita Nusantara
Semua Wahdah Agama Pendidikan Tekno Olahraga Ekonomi Kesehatan Nasional Berita Daerah Gaya Hidup Luar Negeri
Kategori
Agama 834 Pendidikan 419 Tekno 571 Olahraga 1452 Ekonomi 2997 Kesehatan 424 Nasional 4528 Berita Daerah 668 Gaya Hidup 63 Luar Negeri 739 Mode Ringan / Cepat Resume
Ringan
Jepang Kirim 3 Helikopter, Bantu RI Tangani Karhutla Kalimantan
BN
Jepang Kirim 3 Helikopter, Bantu RI Tangani Karhutla Kalimantan

Jepang Kirim 3 Helikopter, Bantu RI Tangani Karhutla Kalimantan

29 Agustus 2026 09:20 CNN Indonesia - Internasional Luar Negeri

Jepang akan mengerahkan helikopter Pasukan Bela Diri Jepang atau Japan Self-Defense Forces (JSDF) untuk membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan, ban...

Jepang akan mengerahkan helikopter Pasukan Bela Diri Jepang atau Japan Self-Defense Forces (JSDF) untuk membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan, bantuan tersebut diberikan atas permintaan pemerintah Indonesia sebagai bagian dari kegiatan bantuan bencana internasional.

Hal itu disampaikan melalui akun X resmi Kementerian Pertahanan Jepang pada Jumat (28/8).

"Dalam menanggapi kerusakan parah akibat kebakaran hutan di Kalimantan, Indonesia, atas permintaan Pemerintah Republik Indonesia, Jepang telah memutuskan untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran dengan helikopter JSDF sebagai bagian dari kegiatan bantuan bencana internasional," tulis Kementerian Pertahanan Jepang.

Dalam unggahan yang sama, Kementerian Pertahanan Jepang menyebut,

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Trump Janji AS Siap Beri Semua Bantuan untuk Penanganan Banjir Nepal
BN
Trump Janji AS Siap Beri Semua Bantuan untuk Penanganan Banjir Nepal

Trump Janji AS Siap Beri Semua Bantuan untuk Penanganan Banjir Nepal

29 Agustus 2026 09:16 BeritaSatu - Internasional Luar Negeri

Kathmandu, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan negaranya siap memberikan segala bantuan dalama bentuk apa pun yang dibutuhkan Nepal untuk membantu penanganan pascabanjir dahsyat melanda negara te...

Kathmandu, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan negaranya siap memberikan segala bantuan dalama bentuk apa pun yang dibutuhkan Nepal untuk membantu penanganan pascabanjir dahsyat melanda negara tersebut pada Rabu (26/8/2026). 

Menurut laporan Firstpost, Trump menyampaikan tawaran bantuan tersebut saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Kamis (27/8/2026) waktu setempat. Ia menyebut bencana banjir bandang di Nepal sebagai peristiwa yang mengerikan. Ia mengatakan AS telah menghubungi Pemerintah Nepal dan siap memberikan bantuan sesuai kebutuhan.

“Kami mengirimkan bantuan. Kami memberi tahu mereka apa pun yang mereka inginkan maka kami akan memberikannya,” kata Trump, mengutip Kathmandu Post, Sabtu (29/8/2026). 

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Saat Tari Topeng Klana Cirebon Tampil Perdana di Ekuador
BN
Saat Tari Topeng Klana Cirebon Tampil Perdana di Ekuador

Saat Tari Topeng Klana Cirebon Tampil Perdana di Ekuador

29 Agustus 2026 09:14 Liputan6 - Global Luar Negeri

Liputan6.com, Quito - Masih dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan dan Peringatan ke-217 Primer Grito de Independencia de Ekuador, KBRI Quito menyelenggarakan “Malam Budaya Indonesia (Noche de la Cultura de Indonesia). K...

Liputan6.com, Quito - Masih dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan dan Peringatan ke-217 Primer Grito de Independencia de Ekuador, KBRI Quito menyelenggarakan “Malam Budaya Indonesia (Noche de la Cultura de Indonesia). Kegiatan itu diselenggarakan kampus UTE Quito, pada tanggal 26 Agustus 2026 malam.

Kegiatan dibuka dengan pemutaran lagu kebangsaan Ekuador dan Indonesia, acara hening cipta untuk para korban gempa di Indonesia. Dalam sambutannya, Dubes RI Quito, Bapak Imam As’ari menyampaikan kegiatan ini untuk menunjukkan kemampuan para siswa Rumah Budaya Indonesia (Casa Cultura de Indonesia) di Quito yang merupakan warga Ekuador dalam membawa gamelan Cirebon dan tarian tradisional Indonesia.

Dubes Imam

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Spesifikasi KRI Gajah Mada, kapal induk baru TNI AL dari Italia
BN
Spesifikasi KRI Gajah Mada, kapal induk baru TNI AL dari Italia

Spesifikasi KRI Gajah Mada, kapal induk baru TNI AL dari Italia

29 Agustus 2026 09:14 Antara - Terkini Luar Negeri

Jakarta (ANTARA) - Kapal induk Giuseppe Garibaldi mulai berlayar dari Italia menuju Indonesia dan diproyeksikan menjadi kapal induk pertama yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Kapal tersebut bertolak dari Italia pada 24 Agustus 2026...

Jakarta (ANTARA) - Kapal induk Giuseppe Garibaldi mulai berlayar dari Italia menuju Indonesia dan diproyeksikan menjadi kapal induk pertama yang dimiliki TNI Angkatan Laut.

Kapal tersebut bertolak dari Italia pada 24 Agustus 2026 dan dijadwalkan tiba di Indonesia sekitar pertengahan September. Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kapal akan menempuh perjalanan lebih dari 20 hari melalui Terusan Suez dan Laut Merah dengan pengawalan sejumlah fregat Italia.

Setibanya di Indonesia, Giuseppe Garibaldi direncanakan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada serta menggunakan bendera Merah Putih. Prosesi pergantian bendera dan pengukuhan kapal direncanakan berlangsung pada 25 September 2026.

Lantas,

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
China ingatkan bencana lanjutan pasca banjir di perbatasan Nepal
BN
China ingatkan bencana lanjutan pasca banjir di perbatasan Nepal

China ingatkan bencana lanjutan pasca banjir di perbatasan Nepal

29 Agustus 2026 09:02 Antara - Terkini Luar Negeri

Beijing (ANTARA) - Pemerintah China mengingatkan adanya risiko bencana lanjutan pasca banjir bandang dahsyat memicu longsor lumpur di perbatasan China dan Nepal. "Di kawasan sekitarnya masih terdapat banyak gletser dan danau glasi...

Beijing (ANTARA) - Pemerintah China mengingatkan adanya risiko bencana lanjutan pasca banjir bandang dahsyat memicu longsor lumpur di perbatasan China dan Nepal.

"Di kawasan sekitarnya masih terdapat banyak gletser dan danau glasial dengan risiko bahaya geologis yang cukup besar, sehingga menimbulkan kesulitan yang sangat besar bagi operasi penyelamatan dan penanganan bencana," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing pada Jumat (28/8).

Banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah utara dan tengah Nepal pada Rabu (26/8) dengan lokasi terparah di Trishuli Bazar, distrik Nuwakot sementara di wilayah China bencana itu berada di Kabupaten Gyirong,

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Sapi hingga Panas Bumi Jadi Andalan Kerja Sama RI-Selandia Baru
BN
Sapi hingga Panas Bumi Jadi Andalan Kerja Sama RI-Selandia Baru

Sapi hingga Panas Bumi Jadi Andalan Kerja Sama RI-Selandia Baru

29 Agustus 2026 08:45 Liputan6 - Global Luar Negeri

Liputan6.com, Auckland - Kemitraan Indonesia dan Selandia Baru terus diperkuat di bidang yang menjadi prioritas bersama termasuk ketahanan pangan dan energi terbarukan. Komitmen tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam P...

Liputan6.com, Auckland - Kemitraan Indonesia dan Selandia Baru terus diperkuat di bidang yang menjadi prioritas bersama termasuk ketahanan pangan dan energi terbarukan.

Komitmen tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Pertemuan ke-13 Joint Ministerial Commission (JMC) yang dipimpin bersama oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters (28/8/2026).

“Salah satu bidang yang strategis dalam hubungan Indonesia dan Selandia Baru adalah kerja sama di bidang ketahanan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, anak-anak, dan generasi muda Indonesia," tutur Menlu Sugiono dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/8).

Sejalan dengan hal tersebut, kedua Menteri membahas langkah konkret untuk memperkuat

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
PM Kanada Sewot Respons Trump yang Ganti Nama Danau Ontario
BN
PM Kanada Sewot Respons Trump yang Ganti Nama Danau Ontario

PM Kanada Sewot Respons Trump yang Ganti Nama Danau Ontario

29 Agustus 2026 08:30 CNN Indonesia - Internasional Luar Negeri

PM Kanada Mark Carnet merespons keputusan Presiden AS Donald Trump yang secara sepihak mengganti nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika.

PM Kanada Mark Carnet merespons keputusan Presiden AS Donald Trump yang secara sepihak mengganti nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika.

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
PM Kanada Respons Trump yang Sewot dan Ganti Nama Danau Ontario
BN
PM Kanada Respons Trump yang Sewot dan Ganti Nama Danau Ontario

PM Kanada Respons Trump yang Sewot dan Ganti Nama Danau Ontario

29 Agustus 2026 08:30 CNN Indonesia - Internasional Luar Negeri

Perdana Menteri Kanada Mark Carney merespons keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang secara sepihak mengganti nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika. Carney menegaskan, Kanada tidak akan mengikuti perubahan nam...

Perdana Menteri Kanada Mark Carney merespons keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang secara sepihak mengganti nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika.

Carney menegaskan, Kanada tidak akan mengikuti perubahan nama tersebut. Warga Kanada, kata dia, akan tetap menyebut danau yang sebagian wilayahnya berada di Kanada itu sebagai Danau Ontario.

"Kami tahu Amerika Serikat mengubahnya. Relasi dagang mereka, kebijakan luar negeri mereka, monumen nasional mereka, nama tempat danau-danau mereka," kata Carney pada Kamis (27/8), melansir CNN.

"Perempuan dan laki-laki Kanada juga tahu hal itu tetap disebut sesuai namanya dan danau ini disebut Danau Ontario, hari ini dan selamanya," lanjutnya.

Kepala

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Wanti-wanti Nepal dan China soal Banjir Dahsyat Susulan
BN
Wanti-wanti Nepal dan China soal Banjir Dahsyat Susulan

Wanti-wanti Nepal dan China soal Banjir Dahsyat Susulan

29 Agustus 2026 08:16 DetikNews - Internasional Luar Negeri

Otoritas Nepal dan China mewanti-wanti peringatan risiko banjir susulan di kawasan Himalaya. Peringatan ini dirilis karena danau yang terbentuk di kedua sisi perbatasan Nepal-Tibet akibat tanah longsor sebelumnya, berpotensi jebol...

Otoritas Nepal dan China mewanti-wanti peringatan risiko banjir susulan di kawasan Himalaya. Peringatan ini dirilis karena danau yang terbentuk di kedua sisi perbatasan Nepal-Tibet akibat tanah longsor sebelumnya, berpotensi jebol dan meluapkan air bah ke kawasan yang diterjang banjir bandang dahsyat pekan ini.

Dilansir AFP, Jumat (28/8/2026), baik Nepal maupun China menyatakan bahwa banjir bandang itu disebabkan oleh runtuhnya gletser yang memicu aliran deras berupa bebatuan, material es, lumpur, dan puing-puing yang menerjang sistem sungai pegunungan Himalaya.

Perubahan iklim diyakini menyebabkan mencairnya gletser di seluruh dunia, sehingga meningkatkan risiko banjir danau glasial dan runtuhnya gletser.

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
5 Populer Internasional: Nepal Tolak Bantuan Asing untuk Operasi SAR - Perang Dagang AS dan Kanada
BN
5 Populer Internasional: Nepal Tolak Bantuan Asing untuk Operasi SAR - Perang Dagang AS dan Kanada

5 Populer Internasional: Nepal Tolak Bantuan Asing untuk Operasi SAR - Perang Dagang AS dan Kanada

29 Agustus 2026 08:09 Tribunnews - Terkurasi Luar Negeri

TRIBUNNEWS.COM - Dalam 24 jam terakhir, dunia diramaikan oleh sejumlah peristiwa penting. Nepal menolak tawaran bantuan asing untuk operasi pencarian dan penyelamatan setelah banjir bandang dahsyat melanda sejumlah wilayah. Sement...

TRIBUNNEWS.COM - Dalam 24 jam terakhir, dunia diramaikan oleh sejumlah peristiwa penting.

Nepal menolak tawaran bantuan asing untuk operasi pencarian dan penyelamatan setelah banjir bandang dahsyat melanda sejumlah wilayah.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk mengubah nama Danau Ontario menjadi “Lake America” dalam penggunaan resmi pemerintah federal AS, di tengah memanasnya hubungan dagang dengan Kanada.

Berikut berita populer internasional selengkapnya.

Nepal tidak membutuhkan bantuan asing untuk operasi pencarian dan penyelamatan setelah banjir bandang dahsyat melanda sejumlah wilayah di negara tersebut, kata Kementerian Luar Negeri Nepal pada Jumat (28/8/2026), meskipun beberapa negara menawarkan bantuan karena warganya hilang

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Raja Termuda di Dunia Meninggal di Usia 34 Tahun
BN
Raja Termuda di Dunia Meninggal di Usia 34 Tahun

Raja Termuda di Dunia Meninggal di Usia 34 Tahun

29 Agustus 2026 08:00 Liputan6 - Global Luar Negeri

Liputan6.com, Kampala - Raja Oyo Nyimba Kabamba Iguru Rukidi IV dari Kerajaan Tooro, Uganda, meninggal dunia pada usia 34 tahun. Ia dikenal sebagai pemegang rekor raja termuda di dunia. Oyo menjadi Raja Tooro di Uganda bagian bara...

Liputan6.com, Kampala - Raja Oyo Nyimba Kabamba Iguru Rukidi IV dari Kerajaan Tooro, Uganda, meninggal dunia pada usia 34 tahun. Ia dikenal sebagai pemegang rekor raja termuda di dunia.

Oyo menjadi Raja Tooro di Uganda bagian barat ketika baru berusia tiga tahun pada 1995, setelah ayahnya meninggal.

Kerajaan Tooro tidak mengungkap penyebab kematian Raja Oyo. Namun, seorang menteri Uganda yang dikutip media lokal mengatakan sang raja sempat sakit kritis dan menjalani pengobatan di Amerika Serikat.

Uganda menjalankan pemerintahan yang dipimpin presiden dan parlemen hasil pemilu. Meski demikian, negara itu masih memiliki sejumlah kerajaan tradisional yang mempunyai pengaruh kuat dalam kehidupan

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Update Banjir Bandang Nepal: 586 Orang Tewas dan 2.478 Hilang
BN
Update Banjir Bandang Nepal: 586 Orang Tewas dan 2.478 Hilang

Update Banjir Bandang Nepal: 586 Orang Tewas dan 2.478 Hilang

29 Agustus 2026 07:53 CNN Indonesia - Internasional Luar Negeri

Korban banjir bandang dan tanah longsor di perbatasan Nepal dan Tibet terus bertambah. Per Sabtu (29/8) pagi, sebanyak 586 orang dilaporkan tewas dan 2.478 orang masih hilang. Melansir AFP, Badan Penanggulangan Bencana Nepal melap...

Korban banjir bandang dan tanah longsor di perbatasan Nepal dan Tibet terus bertambah. Per Sabtu (29/8) pagi, sebanyak 586 orang dilaporkan tewas dan 2.478 orang masih hilang.

Melansir AFP, Badan Penanggulangan Bencana Nepal melaporkan setidaknya 579 orang dilaporkan tewas. Sementara China melaporkan sebanyak 7 orang tewas di Tibet.

Jumlah orang yang hilang mengalami lonjakan drastis dari laporan sebelumnya pada Jumat (28/8) sebanyak 1.400 korban. Sebanyak 1.924 orang hilang di perbatasan Nepal dan 554 orang hilang di Tibet.

Hingga saat ini, tim SAR Tibet telah mencapai daerah perbatasan utama yang hancur akibat tanah longsor.

Nepal sendiri telah mengingatkan akan adanya risiko

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Prev 1 ... 35 36 37 38 39 ... 62 Next

Berita Nusantara adalah kurator berita berbasis RSS. Semua berita mencantumkan sumber asli dan tidak diklaim sebagai liputan langsung.

Pengunjung hari ini: 15

YPWIK@2026