Kurator Berita YPWIK 7 September 2026 08:16 WITA online: 0
Tentang Hubungi Kami Download Aplikasi dan Bagikan Resume Berita
BNNews Berita Nusantara
Semua Wahdah Agama Pendidikan Tekno Olahraga Ekonomi Kesehatan Nasional Berita Daerah Gaya Hidup Luar Negeri
Kategori
Agama 538 Pendidikan 317 Tekno 556 Olahraga 1186 Ekonomi 3015 Kesehatan 386 Nasional 4013 Berita Daerah 278 Gaya Hidup 64 Luar Negeri 581 Mode Ringan / Cepat Resume
Ringan
Dikepung Gempa hingga Erupsi, Siapkah Indonesia Hadapi Multibencana?
BN
Dikepung Gempa hingga Erupsi, Siapkah Indonesia Hadapi Multibencana?

Dikepung Gempa hingga Erupsi, Siapkah Indonesia Hadapi Multibencana?

2 September 2026 13:41 BeritaSatu - Nasional Nasional

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia menghadapi ancaman multibencana yang terjadi di berbagai wilayah dalam waktu berdekatan. Gempa bumi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga peningkatan aktivitas Gunung Sinabung di Sumater...

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia menghadapi ancaman multibencana yang terjadi di berbagai wilayah dalam waktu berdekatan.

Gempa bumi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga peningkatan aktivitas Gunung Sinabung di Sumatera Utara menjadi sejumlah peristiwa yang menunjukkan masih tingginya risiko bencana di Tanah Air.

Rangkaian bencana tersebut memperlihatkan kesiapan menghadapi multibencana tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan pemerintah dan masyarakat dalam merespons ketika bencana sudah terjadi.

Kesiapsiagaan juga mencakup kemampuan mengenali ancaman sejak dini, memahami tingkat kerentanan, menyiapkan infrastruktur, memperkuat sistem pendidikan, serta memastikan berbagai lembaga dan masyarakat memiliki kapasitas untuk menghadapi risiko bencana.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 1.000

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Alasan Ridho Rahmadi Menantu Amien Rais Mundur dari Ketum Partai Ummat
BN
Alasan Ridho Rahmadi Menantu Amien Rais Mundur dari Ketum Partai Ummat

Alasan Ridho Rahmadi Menantu Amien Rais Mundur dari Ketum Partai Ummat

2 September 2026 13:40 DetikNews - Politik & Hukum Nasional

Plt Ketua Umum Partai Ummat, Ansufri ID Sambo, mengungkap alasan menantu Amien Rais, Ridho Rahmadi, mundur sebagai ketua umum partai. Sambo menyebut Ridho kesulitan membagi waktu dan kondisinya sering sakit selama masa kepengurusa...

Plt Ketua Umum Partai Ummat, Ansufri ID Sambo, mengungkap alasan menantu Amien Rais, Ridho Rahmadi, mundur sebagai ketua umum partai. Sambo menyebut Ridho kesulitan membagi waktu dan kondisinya sering sakit selama masa kepengurusan.

"Alasan utama Mas Ridho Rahmadi mundur adalah karena beliau kesulitan untuk membagi waktu, pikiran dan tenaga antara Partai Ummat dan posisi beliau sebagai Direktur politeknik AI di Jogja yang baru berumur setahun. Yang kedua-keduanya membutuhkan waktu, tenaga dan pikiran yang full," kata Sambo kepada wartawan, Rabu (2/9/2026).

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Operasional kereta api di Sumut tetap normal pasca erupsi Sinabung
BN
Operasional kereta api di Sumut tetap normal pasca erupsi Sinabung

Operasional kereta api di Sumut tetap normal pasca erupsi Sinabung

2 September 2026 13:39 Antara - Terkini Nasional

Medan (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara memastikan seluruh perjalanan kereta api di wilayah Sumatera Utara tetap berjalan aman dan normal pasca erupsi Gunung Sinabung yang terjadi sejak Seni...

Medan (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara memastikan seluruh perjalanan kereta api di wilayah Sumatera Utara tetap berjalan aman dan normal pasca erupsi Gunung Sinabung yang terjadi sejak Senin (31/8).

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, di Medan, Rabu, mengatakan KAI Divre I Sumatera Utara langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan pemeriksaan secara cermat terhadap sejumlah prasarana jalur rel kereta api serta terus berkoordinasi dengan para masinis.

"Pasca-terjadinya erupsi Gunung Sinabung pada Senin (31/8) lalu, KAI Divre I Sumatera Utara langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan pemeriksaan ke sejumlah prasarana

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Kemenhut tetapkan 2 WNA China tersangka kasus tambang ilegal di Sulut
BN
Kemenhut tetapkan 2 WNA China tersangka kasus tambang ilegal di Sulut

Kemenhut tetapkan 2 WNA China tersangka kasus tambang ilegal di Sulut

2 September 2026 13:39 Antara - Terkini Nasional

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan dua warga negara asing (WNA) asa China sebagai tersangka pertambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Sungai Ongkag, Kabupaten Bolaang...

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan dua warga negara asing (WNA) asa China sebagai tersangka pertambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Sungai Ongkag, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Dalam keterangan dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu, Kepala Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Sulawesi Kemenhut Ali Bahri menjelaskan CXY dan XXL asal China, ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat (28/8) setelah penyidik mengungkap peran masing-masing dalam operasional pertambangan ilegal di kawasan hutan tersebut.

“Setelah ditangani penyidik, perkara terus dikembangkan untuk mengetahui peran masing-masing pihak. Kami akan terus memperkuat kerja sama dengan KPH dan instansi terkait untuk menjaga

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
KPK dalami dugaan pemberian kepada kepala daerah lain di Bengkulu
BN
KPK dalami dugaan pemberian kepada kepala daerah lain di Bengkulu

KPK dalami dugaan pemberian kepada kepala daerah lain di Bengkulu

2 September 2026 13:38 Antara - Terkini Nasional

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan mendalami fakta persidangan mengenai pihak swasta dalam perkara Rejang Lebong yang diduga memberikan sesuatu kepada kepala daerah lain di wilayah Bengkulu. "Jak...

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan mendalami fakta persidangan mengenai pihak swasta dalam perkara Rejang Lebong yang diduga memberikan sesuatu kepada kepala daerah lain di wilayah Bengkulu.

"Jaksa Penuntut Umum KPK tentu akan menganalisis setiap fakta yang muncul di persidangan," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Rabu.

Budi menyampaikan hal tersebut ketika ditanya mengenai fakta persidangan kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Rejang Lebong nonaktif Muhammad Fikri Thobari.

"Pihak swasta yang berproses di penyidikan kasus Rejang Lebong ini diduga juga memberikan sesuatu kepada kepala daerah-kepala daerah lain di wilayah Bengkulu. Ada yang

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Putin, Modi bahas pengiriman sistem rudal antipesawat S-400 ke India
BN
Putin, Modi bahas pengiriman sistem rudal antipesawat S-400 ke India

Putin, Modi bahas pengiriman sistem rudal antipesawat S-400 ke India

2 September 2026 13:36 Antara - Terkini Nasional

Moskow (ANTARA) - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri India Narendra Modi membahas pengiriman sistem rudal pertahanan udara S-400 Rusia ke India dalam pertemuan mereka di Bishkek, Kirgistan, kata Kepala Layanan Feder...

Moskow (ANTARA) - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri India Narendra Modi membahas pengiriman sistem rudal pertahanan udara S-400 Rusia ke India dalam pertemuan mereka di Bishkek, Kirgistan, kata Kepala Layanan Federal Rusia untuk Kerja Sama Teknik-Militer Dmitry Shugaev kepada RIA Novosti.

"Secara singkat saja. Tidak ada pembahasan secara spesifik," kata Shugaev ketika ditanya apakah kedua pemimpin membahas pengiriman S-400.

Dia mengatakan pengiriman sistem tersebut telah direncanakan dan memerlukan pembahasan secara lebih terperinci.

Pada Oktober 2018, Rusia dan India menandatangani kontrak pertama untuk memasok lima sistem S-400 senilai total 5,43 miliar dolar AS.

Tiga unit pertama telah dikirim antara

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Qodari Bantah Ketum Baru-Rais Aam PBNU Paket "Pesanan Istana"
BN
Qodari Bantah Ketum Baru-Rais Aam PBNU Paket "Pesanan Istana"

Qodari Bantah Ketum Baru-Rais Aam PBNU Paket "Pesanan Istana"

2 September 2026 13:35 Kompas - Nasional Nasional

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari membantah bahwa KH Miftachul Akhyar dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin adalah "paket istana" dalam pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031. Ia mengemukakan, terpilihnya kedua sosok itu merupakan keputusan bersama muktam...

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari membantah bahwa KH Miftachul Akhyar dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin adalah "paket istana" dalam pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031.

Ia mengemukakan, terpilihnya kedua sosok itu merupakan keputusan bersama muktamirin.

"Ya kita kembalikan kepada muktamirin. Insya Allah semuanya adalah keputusan bersama," kata Qodari usai konferensi pers di Kantor Bakom, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026). 

Qodari mengatakan, pemilihan Ketum PBNU saat ini ditunjuk dewan formatur atau anggota Ahlul Hadi wal Aqdi (AHWA). Bukan lagi dipilih langsung oleh muktamirin.

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Muhammadiyah soal Karhutla Kalbar: Bukan Alam, Tapi Bencana Ekologis
BN
Muhammadiyah soal Karhutla Kalbar: Bukan Alam, Tapi Bencana Ekologis

Muhammadiyah soal Karhutla Kalbar: Bukan Alam, Tapi Bencana Ekologis

2 September 2026 13:34 CNN Indonesia - Nasional Nasional

Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat (Kalbar) menilai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalbar merupakan bencana ekologis, bukan semata-mata bencana alam. Sehingga menurut Muha...

Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat (Kalbar) menilai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalbar merupakan bencana ekologis, bukan semata-mata bencana alam.

Sehingga menurut Muhammadiyah, penanganannya harus mengedepankan respons cepat, pencegahan yang kuat, disertai penegakan hukum.

"Karhutla Kalimantan Barat 2026 adalah bencana ekologis dan bukan semata-mata bencana alam," kata Ketua Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat M. Hermayani Putera mengutip Antara, Selasa (2/9).

Hermayani mengatakan krisis karhutla diperbesar oleh kerentanan ekosistem gambut, tata guna lahan yang dinilai belum dikelola secara optimal, serta lemahnya pencegahan dan mitigasi.

Menurut dia, eskalasi kebakaran, khususnya di kawasan gambut,

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Kementerian LH Segel 21 Perusahaan Terkait Karhutla di 7 Provinsi
BN
Kementerian LH Segel 21 Perusahaan Terkait Karhutla di 7 Provinsi

Kementerian LH Segel 21 Perusahaan Terkait Karhutla di 7 Provinsi

2 September 2026 13:33 DetikNews - Politik & Hukum Nasional

Kementerian Lingkungan Hidup (LH) telah menyegel 21 badan usaha terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sejumlah badan usaha itu berada di tujuh provinsi. "LH baru saja menyegel 21 badan usaha di tujuh provinsi. Itu data rek...

Kementerian Lingkungan Hidup (LH) telah menyegel 21 badan usaha terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sejumlah badan usaha itu berada di tujuh provinsi.

"LH baru saja menyegel 21 badan usaha di tujuh provinsi. Itu data rekap sampai dengan 2 September," kata Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Perinciannya adalah Kalimantan Barat sebanyak 7 perusahaan, Sumatera Selatan 4 perusahaan, Kalimantan Selatan 4 perusahaan, Kalimantan Tengah 3 perusahaan, Kalimantan Timur, Lampung, dan Riau masing-masing 1 perusahaan. Jumhur menyebutkan data ini masih bisa berkembang.

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Bantuan untuk Korban Gempa NTT Meluas, Kelompok Rentan dan Anak-anak Jadi Fokus Perhatian
BN
Bantuan untuk Korban Gempa NTT Meluas, Kelompok Rentan dan Anak-anak Jadi Fokus Perhatian

Bantuan untuk Korban Gempa NTT Meluas, Kelompok Rentan dan Anak-anak Jadi Fokus Perhatian

2 September 2026 13:33 Tribunnews - Terkurasi Nasional

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bantuan untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir dari berbagai pihak. Pemerintah, lembaga negara, badan usaha milik negara (BUMN), hingga kelompok relawan turut menyalurkan bant...

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bantuan untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir dari berbagai pihak. Pemerintah, lembaga negara, badan usaha milik negara (BUMN), hingga kelompok relawan turut menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.

Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok dan berbagai keperluan penanganan darurat, seperti air bersih, tempat pengungsian, penerangan, hingga dukungan bagi kelompok rentan dan anak-anak.

Bantuan tersebut dibutuhkan masyarakat untuk menjalani masa tanggap darurat sekaligus menghadapi proses pemulihan pascagempa. Terbaru, bantuan datang dari salah satu BUMN, Agrinas Palma Nusantara.

Perusahaan tersebut menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa di sejumlah wilayah NTT

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
BNPT: 620 Anak Teridentifikasi Terkait True Crime Community Sepanjang 2026
BN
BNPT: 620 Anak Teridentifikasi Terkait True Crime Community Sepanjang 2026

BNPT: 620 Anak Teridentifikasi Terkait True Crime Community Sepanjang 2026

2 September 2026 13:33 DetikNews - Politik & Hukum Nasional

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkap data jumlah anak yang teridentifikasi terpapar paham ekstremisme lewat kelompok True Crime Community (TCC). BNPT mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah mengat...

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkap data jumlah anak yang teridentifikasi terpapar paham ekstremisme lewat kelompok True Crime Community (TCC). BNPT mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah mengatasi persoalan itu.

Hal itu disampaikan Kepala BNPT Eddy Hartono dalam kegiatan 'Penguatan Peran Komite Sekolah, Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme di Satuan Pendidikan' di Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026). Selain terpapar ekstremisme, ada juga anak yang terpapar paham ideologi ISIS lewat ruang digital.

Dalam data yang dipaparkan Eddy, anak-anak yang terkait dengan TCC itu berusia 11-18 tahun dan tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Jaksa Agung ingatkan jajaran Kejaksaan jangan berhenti belajar
BN
Jaksa Agung ingatkan jajaran Kejaksaan jangan berhenti belajar

Jaksa Agung ingatkan jajaran Kejaksaan jangan berhenti belajar

2 September 2026 13:33 Antara - Terkini Nasional

Jakarta (ANTARA) - Jaksa Agung ST Burhanuddin mengingatkan jajaran Kejaksaan RI untuk terus belajar dan beradaptasi menghadapi perkembangan sosial, teknologi, serta dinamika hukum nasional dan global. "Ingat, jangan pernah berhent...

Jakarta (ANTARA) - Jaksa Agung ST Burhanuddin mengingatkan jajaran Kejaksaan RI untuk terus belajar dan beradaptasi menghadapi perkembangan sosial, teknologi, serta dinamika hukum nasional dan global.

"Ingat, jangan pernah berhenti belajar. Tanggapi setiap tantangan dengan respons yang cepat, tepat, dan adaptif. Kepekaan adalah kunci untuk tetap relevan dan terpercaya serta mampu memberikan pelayanan terbaik," ucap Jaksa Agung dalam peringatan Hari Lahir ke-81 Kejaksaan RI di Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, Jakarta Selatan, Rabu.

Burhanuddin menyampaikan dunia terus bergerak seiring perkembangan zaman, sementara masyarakat semakin kritis dan melek informasi.

Karena itu, dia menegaskan jajaran Kejaksaan tidak boleh tertinggal dan harus

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Prev 1 ... 310 311 312 313 314 ... 335 Next

Berita Nusantara adalah kurator berita berbasis RSS. Semua berita mencantumkan sumber asli dan tidak diklaim sebagai liputan langsung.

Pengunjung hari ini: 6

YPWIK@2026