Kurator Berita YPWIK 7 September 2026 16:13 WITA online: 1
Tentang Hubungi Kami Download Aplikasi dan Bagikan Resume Berita
BNNews Berita Nusantara
Semua Wahdah Agama Pendidikan Tekno Olahraga Ekonomi Kesehatan Nasional Berita Daerah Gaya Hidup Luar Negeri
Kategori
Agama 554 Pendidikan 312 Tekno 541 Olahraga 1143 Ekonomi 3046 Kesehatan 375 Nasional 3964 Berita Daerah 200 Gaya Hidup 61 Luar Negeri 542 Mode Ringan / Cepat Resume
Ringan
BGN Minta Kepala SPPG Dipecat Usai 500 Santri Keracunan di Sidoarjo
BN
BGN Minta Kepala SPPG Dipecat Usai 500 Santri Keracunan di Sidoarjo

BGN Minta Kepala SPPG Dipecat Usai 500 Santri Keracunan di Sidoarjo

3 September 2026 06:15 CNN Indonesia - Nasional Nasional

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana meminta Kepala SPPG Talang Angin dipecat buntut keracunan massal di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggul Angin, Sidoarjo. Lebih dari 500 orang keracunan usai menyantap...

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana meminta Kepala SPPG Talang Angin dipecat buntut keracunan massal di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggul Angin, Sidoarjo.

Lebih dari 500 orang keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kami mengusulkan kepada kepala SPPG tersebut untuk dilakukan suatu pencopotan sekaligus melakukan pergantian," kata Ketut, Rabu (2/9).

Tak hanya pemecatan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talang Angin juga telah di-suspend dengan kategori berat.

"Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait dan hasilnya nanti kita akan umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan," ujarnya.

"Kemudian kami juga melakukan suspend dengan kategori berat

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
"Uang Haram" Bos Blueray John Field yang Mengalir ke Bea Cukai
BN
"Uang Haram" Bos Blueray John Field yang Mengalir ke Bea Cukai

"Uang Haram" Bos Blueray John Field yang Mengalir ke Bea Cukai

3 September 2026 06:14 Kompas - Nasional Nasional

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilik Blueray Cargo Group, John Field, mengakui memberikan uang total Rp 525 juta kepada eks Kepala Seksi Intelijen Direktorat Jenderal Bea Cukai Budiman Bayu Prasojo dalam perkara dugaan gratifikasi. Pengakuan itu terungkap dalam persidangan perkara dugaan gratifikasi yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pe...

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilik Blueray Cargo Group, John Field, mengakui memberikan uang total Rp 525 juta kepada eks Kepala Seksi Intelijen Direktorat Jenderal Bea Cukai Budiman Bayu Prasojo dalam perkara dugaan gratifikasi.

Pengakuan itu terungkap dalam persidangan perkara dugaan gratifikasi yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).

John mengungkap pemberian uang kepada Budiman dilakukan sebanyak tujuh kali, masing-masing Rp 75 juta sehingga totalnya mencapai Rp 525 juta.

“Adapun jumlah uang yang saya berikan kepada Saudara Budiman Bayu Prasojo yakni tujuh kali pemberian masing-masing Rp 75.000.000 dengan sama dengan Rp 525.000.000,” kata Jaksa

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Info BMKG: Cuaca Jakarta Cerah Hari Ini
BN
Info BMKG: Cuaca Jakarta Cerah Hari Ini

Info BMKG: Cuaca Jakarta Cerah Hari Ini

3 September 2026 06:10 MetroTVNews - Nasional Nasional

Info BMKG: Cuaca Jakarta Cerah Hari Ini. Berita MetroTVNews kategori 5 minutes ago. Baca sumber asli untuk isi lengkap.

Info BMKG: Cuaca Jakarta Cerah Hari Ini. Berita MetroTVNews kategori 5 minutes ago. Baca sumber asli untuk isi lengkap.

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
KPK Ungkap Dugaan Aliran Uang Korupsi Haji ke Pansus DPR RI Era Pimpinan Nusron Wahid
BN
KPK Ungkap Dugaan Aliran Uang Korupsi Haji ke Pansus DPR RI Era Pimpinan Nusron Wahid

KPK Ungkap Dugaan Aliran Uang Korupsi Haji ke Pansus DPR RI Era Pimpinan Nusron Wahid

3 September 2026 06:02 TVOneNews Nasional

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menelaah soal terungkapnya didalam fakta persidangan terkait dugaan aliran uang kuota haji ke Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPR RI 2024, Nusron Wahid. Juru bicara KP...

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menelaah soal terungkapnya didalam fakta persidangan terkait dugaan aliran uang kuota haji ke Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPR RI 2024, Nusron Wahid.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, bahwa setiap fakta persidangan penting untuk proses pembuktian perkara ini, karena akan mengungkap konstruksi perkara secara utuh.

"Jaksa Penuntut Umum KPK tentu akan telaah dan analisis setiap keterangan yang muncul dalam persidangan," katanya, Rabu (2/9/2026).

Ia memastikan bahwa pihaknya akan terus memantau proses persidangan kasus kuota haji dan melihat fakta-fakta yang muncul di dalam persidangan.

"Tentu setiap fakta persidangan penting untuk proses pembuktian perkara

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Hari Ini 3 September 2026 Tanggal Berapa Hijriah? Cek Konversinya di Sini!
BN
Hari Ini 3 September 2026 Tanggal Berapa Hijriah? Cek Konversinya di Sini!

Hari Ini 3 September 2026 Tanggal Berapa Hijriah? Cek Konversinya di Sini!

3 September 2026 06:00 Detik Sulsel Nasional

Kalender Hijriah adalah sistem penanggalan yang digunakan oleh umat Islam untuk menentukan hari-hari penting dan waktu ibadah. Lantas, hari ini 3 September 2026 jatuh pada tanggal berapa Hijriah? Sebagaimana diketahui, penanggalan...

Kalender Hijriah adalah sistem penanggalan yang digunakan oleh umat Islam untuk menentukan hari-hari penting dan waktu ibadah. Lantas, hari ini 3 September 2026 jatuh pada tanggal berapa Hijriah?

Sebagaimana diketahui, penanggalan Hijriah dan Masehi memiliki metode perhitungan yang berbeda. Sistem penanggalan Hijriah sendiri mengacu pada perputaran Bulan mengelilingi Bumi, sementara kalender Masehi dihitung berdasarkan pada revolusi Bumi mengelilingi Matahari.

Oleh karena itu, perlu dilakukan konversi terlebih dahulu untuk mengetahui tanggal Hijriah yang sesuai dengan tanggal hari ini. Untuk memudahkan, berikut ini detikSulsel menyajikan konversi tanggal Hijriah hari ini, 3 September 2026.

Pemerintah melalui Kementerian Agama RI telah merilis konversi penanggalan

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Memburu Pengeroyok Bambang di Jalan Pejompongan
BN
Memburu Pengeroyok Bambang di Jalan Pejompongan

Memburu Pengeroyok Bambang di Jalan Pejompongan

3 September 2026 06:00 Liputan6 - News Nasional

Liputan6.com, Jakarta - Malam di kawasan Jalan Pejompongan Raya berubah mencekam pada Kamis, 27 Agustus 2026. Aktivitas warga mendadak terhenti. Sebagian memilih bertahan di dalam rumah, menghindari kericuhan yang tengah berlangsu...

Liputan6.com, Jakarta - Malam di kawasan Jalan Pejompongan Raya berubah mencekam pada Kamis, 27 Agustus 2026. Aktivitas warga mendadak terhenti. Sebagian memilih bertahan di dalam rumah, menghindari kericuhan yang tengah berlangsung di luar.

Di tengah situasi tersebut, Bambang Setiyawan (59), justru teringat tokonya yang berada tak jauh dari lokasi kerusuhan.

Saat itu, Bambang baru saja pulang setelah mengantar temannya dari Rumah Sakit Pelni. Ia sempat kembali ke rumah untuk mengantarkan makanan kepada keluarganya.

Namun, ada satu hal yang masih mengganjal pikirannya. Lampu di tokonya belum sepenuhnya dimatikan. Padahal sang istri sebenarnya telah mengingatkannya agar tidak keluar lagi karena kondisi di

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Dino Patti Djalal: PLTS 100 GWp Realistis, Regulasi Jadi Kunci
BN
Dino Patti Djalal: PLTS 100 GWp Realistis, Regulasi Jadi Kunci

Dino Patti Djalal: PLTS 100 GWp Realistis, Regulasi Jadi Kunci

3 September 2026 06:00 BeritaSatu - Nasional Nasional

Jakarta, Beritasatu.com - Pendiri sekaligus Chairman Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dr Dino Patti Djalal menyambut positif komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong transisi energi bersih melalui program Pem...

Jakarta, Beritasatu.com - Pendiri sekaligus Chairman Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dr Dino Patti Djalal menyambut positif komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong transisi energi bersih melalui program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp.

Komitmen tersebut ditandai dengan groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Bali, pada Selasa (25/8/2026).

Dino menilai target pembangunan PLTS berkapasitas 100 GWp tersebut realistis untuk dicapai. Namun, menurut dia, pemerintah perlu segera memperkuat regulasi agar komitmen politik tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk implementasi konkret.

"Ini adalah langkah yang sangat baik dari Presiden Prabowo dan kami mendukung penuh. Komitmen politik untuk mencapai 100 GWp

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Di balik Layar, Eks Sekjen PKB Ini Disebut Di Balik Kemenanggan Gus Kikin Jadi Ketum PBNU
BN
Di balik Layar, Eks Sekjen PKB Ini Disebut Di Balik Kemenanggan Gus Kikin Jadi Ketum PBNU

Di balik Layar, Eks Sekjen PKB Ini Disebut Di Balik Kemenanggan Gus Kikin Jadi Ketum PBNU

3 September 2026 05:57 TVOneNews Nasional

Jakarta, tvOnenews.com-Abi Rekso, Juru Bicara Tim Qanun Asasi (pemenangan) KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin, mengungkapkan ada tokoh yang berperan signifikan dalam memenangkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahd...

Jakarta, tvOnenews.com-Abi Rekso, Juru Bicara Tim Qanun Asasi (pemenangan) KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin, mengungkapkan ada tokoh yang berperan signifikan dalam memenangkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2026–2031 dalam Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama, yakni H. Muhammad Lukman Edy.

Lukman Edy dikenal sangat dekat dengan tokoh dan figur penting Nahdlatul Ulama di seluruh Indonesia. Hal itu juga yang menjadi faktor kunci yang membuat Gus Kikin sukses mendapatkan dukungan yang optimal meski waktu konsolidasi yang tersedia sangat singkat.

“Kalau boleh jujur, persiapan ini hanya 2 minggu setelah Yai Kikin mantap untuk maju. Di bawah koordinasi

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Leandro Paredes Pertimbangkan Pensiun dari Timnas Argentina Usai Skorsing Panjang
BN
Leandro Paredes Pertimbangkan Pensiun dari Timnas Argentina Usai Skorsing Panjang

Leandro Paredes Pertimbangkan Pensiun dari Timnas Argentina Usai Skorsing Panjang

3 September 2026 05:45 Republika - Nasional Nasional

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Gelandang tim nasional Argentina, Leandro Paredes, mulai mempertimbangkan untuk pensiun dari kancah internasional. Keputusan ini muncul setelah ia menerima skorsing panjang dan sang megabintang Lionel M...

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Gelandang tim nasional Argentina, Leandro Paredes, mulai mempertimbangkan untuk pensiun dari kancah internasional. Keputusan ini muncul setelah ia menerima skorsing panjang dan sang megabintang Lionel Messi memutuskan mengakhiri kariernya bersama Albiceleste.

Paredes mengungkapkan kemungkinan tersebut setelah mengakhiri perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan kekecewaan mendalam. Ia merasa situasi yang ada saat ini sangat berat untuk melanjutkan karier di tim nasional.

“Sepertinya sulit untuk lanjut bersama tim nasional karena skorsing dan keputusan Leo (Messi) juga. Sangat sulit bagi semua pemain untuk bisa seperti dulu lagi,” ujar Paredes seperti dikutip BBC Sport.

Paredes mengaku belum membicarakan rencana pensiun tersebut

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
DPR Dorong RUU Antispionase Segera Diproses Atasi Ancaman Digital
BN
DPR Dorong RUU Antispionase Segera Diproses Atasi Ancaman Digital

DPR Dorong RUU Antispionase Segera Diproses Atasi Ancaman Digital

3 September 2026 05:40 BeritaSatu - Nasional Nasional

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi I DPR Nurul Arifin mendorong DPR dan pemerintah segera memproses Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Antispionase untuk menghadapi ancaman terhadap kedaulatan Indonesia yang semakin kompl...

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi I DPR Nurul Arifin mendorong DPR dan pemerintah segera memproses Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Antispionase untuk menghadapi ancaman terhadap kedaulatan Indonesia yang semakin kompleks.

Menurut Nurul, ancaman terhadap kedaulatan negara telah mengalami perubahan fundamental. Ancaman yang sebelumnya lebih banyak bersifat konvensional dan militeristik kini berkembang menjadi ancaman digital dan multidimensi.

Dia mengatakan aktivitas spionase saat ini tidak lagi sebatas pencurian dokumen fisik atau operasi agen rahasia secara langsung. Ancaman tersebut telah merambah ke ruang siber, pencurian data terkait hilirisasi, potensi interferensi politik, hingga manipulasi informasi.

"Indonesia membutuhkan kerangka hukum yang modern untuk melindungi kedaulatan nasional

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, DPR: Lagi-lagi Masih Terjadi Hal Seperti Ini
BN
Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, DPR: Lagi-lagi Masih Terjadi Hal Seperti Ini

Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, DPR: Lagi-lagi Masih Terjadi Hal Seperti Ini

3 September 2026 05:30 TVOneNews Nasional

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani merespons soal kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam Sidoarjo.  Tercatat sekitar 512 santri menjadi korban keracunan u...

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani merespons soal kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam Sidoarjo. 

Tercatat sekitar 512 santri menjadi korban keracunan usai menyantap menu MBG tersebut.

Dia mengaku prihatin atas peristiwa keracunan akibat MBG yang terus berulang. 

Lalu mengatakan Badan Gizi Nasional (BGN) sedang berusaha untuk memperbaiki tata kelola MBG. Namun, dia menyayangkan kasus keracunan masih terjadi.

“Ya tentu ini menjadi keprihatinan kita bersama, tetapi kami menyarankan agar tata kelola makan bergizi gratis ini terus dilakukan,” ujar Lalu di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).

“Hari ini kita

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Polisi Bakal Periksa Febrio Adianto di Kasus Kematian Sutrimo
BN
Polisi Bakal Periksa Febrio Adianto di Kasus Kematian Sutrimo

Polisi Bakal Periksa Febrio Adianto di Kasus Kematian Sutrimo

3 September 2026 05:15 CNN Indonesia - Nasional Nasional

Polda Metro Jaya bakal memeriksa Febrio Adianto yang disebut-sebut sebagai pihak yang mengantar jenazah Sutrimo dari Klinik Mordent ke RS Muhammadiyah Taman Puring. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan piha...

Polda Metro Jaya bakal memeriksa Febrio Adianto yang disebut-sebut sebagai pihak yang mengantar jenazah Sutrimo dari Klinik Mordent ke RS Muhammadiyah Taman Puring.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihaknya mendapat permintaan dari pihak keluarga untuk meminta keterangan sejumlah saksi lain untut mengusut kasus kematian Sutrimo.

"Mengusulkan beberapa nama yang akan dimintai keterangan, nanti secara bertahap akan kita laksanakan," kata Budi kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (2/9).

Budi pun membenarkan bahwa salah satu nama yang akan didalami atau dimintai keterangan berdasarkan usulan pihak keluarga Sutrimo adalah Febrio.

"Ya salah satunya akan kita dalami," ucap dia.

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Prev 1 ... 290 291 292 293 294 ... 331 Next

Berita Nusantara adalah kurator berita berbasis RSS. Semua berita mencantumkan sumber asli dan tidak diklaim sebagai liputan langsung.

Pengunjung hari ini: 28

YPWIK@2026